"Rizal bukan di belakang mahasiswa. Tapi justru di depan mahasiswa," tukas juru bicara KBI, Bram Zakir, kepada detikcom, Senin (30/6/2008).
Bram menuturkan, pikiran Rizal selama ini dijadikan pandangan mahasiswa. "Jangan menggunakan istilah dalang mendalang. Itu pikiran Orde Baru," kecam Bram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Akhir pekan lalu, Rizal dicopot sebagai komisaris utama PT Semen Gresik. Menurut Bram, keputusan mencopot Rizal adalah bentuk kepanikan pemerintah SBY.
"Saya kira pemerintah panik saja. Bahwa selama ini yang disuarakan Rizal menyebar di seluruh Indonesia. Kenaikan BBM di mana pun pasti akan didemo rakyatnya," kata Bram.
Pemerintah SBY, lanjut Bram, saat ini telah kembali ke watak era pemerintahan Soeharto yang selalu memangkas hak-hak rakyatnya dalam berekspresi.
"Ada kecenderungan pemerintah SBY balik ke era Soeharto dalam bentuk apa pun. Hak perdata dicabut, jabatannya dicopot," ujarnya. (anw/nrl)











































