Kontingan Garuda Patroli Udara di Lebanon

Kontingan Garuda Patroli Udara di Lebanon

- detikNews
Senin, 30 Jun 2008 07:47 WIB
Kontingan Garuda Patroli Udara di Lebanon
Beirut - "Memastikan wilayah di sekitar Blue Line sebagai wilayah yang bebas dari aktivitas bersenjata dan bebas dari personel, aset-aset dan persenjataan selain milik Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) dan UNIFIL," demikian bunyi salah satu pasal dalam Resolusi DK PBB No.1701, sebuah resolusi yang menyudahi perang antara Israel dan milisi bersenjata Lebanon pada tahun 2006.

Resolusi ini kemudian diimplementasikan oleh pasukan-pasukan yang di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dalam bentuk patroli, baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan (jalur darat dan udara) serta penempatan Pos Pengamatan Statis (Static Observation Post). Khususnya bagi Kontingen Indonesia, selama ini seluruh kegiatan taktis itu dapat dilaksanakan dengan baik. Termasuk saat Kontingen Indonesia melaksanakan patroli udara dengan menggunakan helikopter milik Kontingen Spanyol  28 Juni waktu setempat.

Kegiatan Patroli Pengintaran Udara (Air Patrol Recce) yang dilaksanakan personel Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B ini merupakan kegiatan rutin untuk mendukung dan melengkapi hasil dari kegiatan taktis yang diperoleh dari patroli jalur darat maupun dari Pos Pengamatan. Sedangkan Patroli Udara yang dilakukan kali ini adalah yang ke-5 kalinya dilakukan oleh prajurit-prajurit Garuda di Lebanon, termasuk Dansatgas Letkol Inf A M  Putranto, S.Sos yang selalu ikut dalam kegiatan tersebut.   

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian siaran pers Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/UNIFIL Kapten Chb Sandy Maulana Prakasa, S.IKom yang diterima detikcom, Senin (30/6/2008).
 
Helikopter Super Puma Tipe AS 332 milik Kontingen Spanyol yang digunakan dalam Patroli Udara itu mampu memuat sebanyak 16 personel, terdiri dari 12 personel dari Konga XXIII B dan 4 personel lainnya merupakan crew helikopter.

Pelaksanaan Patroli Udara ini berlangsung selama 60 menit mulai pukul 9.00 sampai 10.00 waktu setempat. Rute atau wilayah yang dituju atau dijadikan sasaran pengintaian ialah wilayah sepanjang Blue Line yang menjadi tanggung jawab pasukan Indonesia, termasuk meninjau posisi Pos atau Base Camp Kontingen indonesia di Adshit Al Qusayr (UN Posn 7-1), El Aaddaise (UN Posn 9-63), Markabe (UN Posn 8-33) dan Az Ziqiyah (UN Posn 9-2).

Menurut Perwira Seksi Perencanaan Operasi (Operation Planing Officer) Satgas Konga XXIII B Kapten Burhanudin, wilayah Kontingen Indonesia merupakan wilayah yang cukup rawan dan kompleks karena berbatasan dengan wilayah operasi dari 4 negara (Prancis, Italia, Nepal dan Spanyol) sekaligus berbatasan langsung dengan Israel di sebelah Timur dan dengan Sungai Litani di sebelah Utara yang disinyalir saat ini dijadikan basis kekuatan milisi bersenjata Hizbullah setelah Perang "34 Hari" pada tahun 2006 lalu.

"Dengan posisi seperti ini, setiap saat dapat terjadi perubahan situasi seketika," imbuh Perwira Marinir alumni AAL tahun 1998 ini.

Kapten Burhan, demikian ia biasa disapa, menambahkan, "Untuk mengantisipasi itu, Kontingen Indonesia secara rutin melaksanakan patroli darat sebanyak 50 kali sehari. Jumlah ini merupakan rekor tertinggi di antara seluruh kontingen yang ada di UNIFIL. Dengan demikian, Patroli Udara ini jelas akan memberikan manfaat strategis dan gambaran yang lebih utuh tentang wilayah operasi UNIFIL di sepanjang Blue Line yang menjadi tanggung jawab Kontingen Indonesia." (nrl/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads