Dia beralasan, pesawat buatan 1884 itu bisa menanggung beban hingga 18 orang. Itupun masih ditambah awak pesawat.
"Itu sangat tidak beralasan, karena mereka tidak mengetahui jelas pesawat Casa C-212," kata Ismet disela-sela pemakaman tiga jenazah Casa C-212 di TMP Untung Suropati, Senin (30/6/2008), dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Ismet menyerahkan seluruh penyelidikan jatuhnya pesawat Casa-212 pada tim yang dibentuk Mabes TNI AU setelah evakuasi selesai.
"Semua harus dengan bukti kuat dalam mengungkapkan sesuatu untuk dapat dipertanggung jawabkan, " katanya.
Secara terpisah Kepala Komando Operasi TNI AU II Marsekal Muda Yushan Sayuti mengatakan, Casa 212 diterbangkan untuk melakukan pelatihan foto udara di wilayah Gunung Salak, Bogor.
Untuk itulah, dalam pesawat itu berada tiga warga Asing yang tergabung dalam PT.Credent selalu pihak penjual kamera digital terbaru.
"Mereka (warga asing) memberikan pelatihan langsung kepada anggota foto udara Mabes TNI AU dengan menggunakan kamera terbaru DMC (Digital Maping Camera)," tegas Sayuti saat menghadiri pemakaman tiga jenazah di TMP Untung Suropati.
"Makanya ada tiga warga asing, karena mereka yang memberikan latihan pemakaian kamera," lanjutnya. (M Aminuddin/ken)










































