"Beliau akan tetap hidup dihati kami," kata anak pertama AS Jafara, Bramantyo Jafara usai ayahnya dimakamkan, Minggu (29/6/2008).
Pemakaman tersebut berlangsung khidmat. Tembakan salto dan terompet penghormatan mengiringi prosesi pemakaman.
Dua tenda didirikan untuk pihak keluarga dan pelayat. Sementara bendera merah-putih dibentangkan saat jenazah perlahan diturunkan ke peristirahatan terakhir.
"Sebagai manusia, almarhum pernah melakukan salah. Mohon maaf bila semasa hidup ada yang kurang berkenan," imbuh Bramantyo.
Selain di TMP Kalibata Jakarta, korban lain kecelakaan Cassa 212 dimakamkan di beberapa tempat, diantaranya Malang, Cirebon dan Bojonegoro.
(Ari/ken)











































