Sasaran para pengunjuk rasa adalah orang-orang Belanda yang sedang praktik kerja lapangan (PKL) di hotel-hotel pulau wisata itu. Mereka saat itu sedang berkumpul di kafe De Nachtwacht. Tiba-tiba puluhan penduduk lokal menyerbu ke dalam untuk 'memberi pelajaran kepada para bule Belanda' dan melakukan pengrusakan. Mobil-mobil dirusak dan dibalikkan.
"Orang-orang Belanda dimaki dan harus angkat kaki," kata salah satu korban seperti diberitakan De Telegraaf, Minggu (29/6/2008). Lainnya menceritakan bahwa situasinya mirip di Afrika Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Kamis (26/6/2008) Curacao memang jatuh di bawah kurasi Den Haag karena masalah keuangan. Beberapa politisi seperti Wilders juga melempar wacana supaya Curacao dimerdekakan saja. Selain itu orang-orang Curacao (Antillian) di Belanda juga selalu menjadi obyek kampanye negatif terkait kriminalitas dan integrasi.
"Pulang sana ke Belanda. Kami tidak boleh di sana (Belanda), maka kalian juga tidak boleh di sini," teriak demonstran.
Otoritas Curacao, Lisa Dindial, menyeru melalui siaran televisi agar penduduk bersikap hati-hati.
Menteri Yustisi David Dick menyesalkan aksi perburuan itu. "Apa yang terjadi merupakan sesuatu yang kurang baik. Itu hanya ulah sekelompok kurang dari 50 orang, yang menyalahgunakan izin untuk demonstrai," demikian Dick. (es/es)











































