Pantauan detikcom di kediaman almarhum, tenda didirikan di depan rumah. Sedikitnya 300 kursi dipasang. Sekitar delapan buah karangan bunga berderet di halaman rumah, antara lain dari Dirjen dan keluarga besar Ranahan Dephan, komandan Koharmai AU, dan Direktorat Aero Structure PT DI.
Menurut salah seorang kerabatnya, Sumarna (45), karangan bunga itu sudah sampai sejak subuh. Dirinya sengaja menyembunyikan dari istri almarhum, Nadia Yurisa (33) karena khawatir sedih. "Tadi pagi dia dan keluarga lainnya ke Halim. Baru karangan bunga ini saya berani pampang," ujar dia kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumarna menceritakan almarhum berangkat ke Jakarta pada Minggu siang. "Dia tugasnya memang di Jakarta di Dephan. Nah pulang setiap Jumat malam," tutur dia. Wahyu menempati rumah dinas di Bandung baru Januari 2008, setelah sebelumnya bertugas di Malang.
Kabar peristiwa jatuhnya pesawat Casa yang ditumpangi Wahyu, kata Sumarna, diketahui sang istri dari Danlanud Husein Sastranegara pada Kamis Malam.
"Istrinya terlihat tegar menerima cobaan ini," katanya. Rencananya, lanjut dia, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung. (ern/asy)











































