Saat bicara lewat telepon, Bambang Trianto berpesan kepada Hindam untuk lebih giat belajar menyiapkan masuk SMA. Kini Hindam tengah mendaftar di sekolah SMA favorit di Malang.
"Bapak menelepon sebelum terbang ke Jakarta agar saya menjaga ibu dan giat belajar," kata Hindam sambil menitikkan air mata saat ditemui di rumahnya, Sabtu (28/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang Trianto meninggalkan seorang istri dan dua orang anak laki-laki. Putra sulungnya, Galang, ikut melakukan pencarian sejak dikabarkan pesawat Casa 212 jatuh di Bogor. "Galang ikut bersama tim Lanud terbang ke Bogor sejak pertama ada kabar," kata Sriatik.Β Β
Pangkalan Udara Daerah II Abdulrachman Saleh sibuk mempersiapkan kedatangan tiga jenazah awak Casa 212 yang rencananya dikebumikan di Malang. Namun, rupanya karena cuaca buruk, jenazah-jenazah korban Casa belum bisa dievakuasi dari Gunung Salak hari ini.
Kru pesawat
1. Mayor Penerbang B Ardijanto
2. Kapten Penerbang Agung Priantoro
3. Lettu Penerbang Febi Fitrian
4. Lettu Teknik Bambang Trianto
5. Pelda Agus
Penumpang:
1. Kolonel Sus AF Jafara
2. Kolonel Penerbang Sulaksono
3. Letkol Teknik Wahyu Hidayat
4. Letkol Sus Supriyadi
5. Mayor Sus Susika M
6. Kapten Sus Doni Wicaksono
7. Lettu Sus Ronal
8. Gatot Purnomo
9. Saputra Sinaga
10. Ami
11. Tan Hon Kiang (Warga Singapura)
12. Anthony (Warga Inggris)
13. Mahendra Kumar (Warga India) (asy/asy)










































