"Ada 18 kantung mayat, dan semuanya sudah disiapkan di landasan helikopter," kata seorang perwira TNI AU yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di kaki Gunung Salak, Sabtu (28/6/2008).
Evakuasi telah disiapkan sejak pukul 13.30 WIB. Namun jenazah baru bisa diangkut Minggu (29/6/2008) besok. "Cuaca dari siang sudah buruk, berkabut hingga sekarang," tambah dia.
Menurut dia, dari 18 jenazah, beberapa jenazah masih tampak jelas dan bisa dikenali, meski ada beberapa bagian tubuh yang tidak lengkap. "Kondisi pesawat hancur pada ketinggian 1.618 meter dari permukaan laut. Dan ada di lereng yang curam," imbuhnya.
Agar memudahkan evakuasi, telah dibangun landasan helikopter darurat yang berjarak 200 meter dari lokasi. "Tanahnya miring, karena itu dibangun tumpukan kayu agar bisa rata," imbuh dia.
Menurut dia, pesawat Casa yang membawa 18 orang ini menabrak pohon dan sebelumnya sayapnya bersinggungan dengan lereng bukit. "Pesawat tidak terbakar, karena tidak ditemukan bahan yang terbakar," imbuh dia. (ndr/asy)
