"Kami menolak ada kata-kata provokator dalam aksi mahasiswa," jelas anggota FAB, Radhar Tri Baskoro dalam konferensi pers FAB di Bale Gazeebo, Jalan Surapati, Bandung, Sabtu (28/6/2008).
Dalam pernyataan sikapnya, FAB juga menuturkan pernyataan Kepala BIN yang menyatakan menteri dan parpol sontoloyo adalah bentuk penghinaan politik kepada presiden karena menganggap presiden tidak mampu menilai kerja para menterinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Politik, ungkap Radhar, adalah dunia di mana pemerintah diseleksi. Sedangkan BIN tidak memiliki kompetensi untuk menyeleksi. "BIN tidak memiliki kepentingan karena kewenangan BIN untuk itu tidak diatur dalam konstitusi," jelas Radhar.
Untuk itu, FAB menyerukan agar partai-partai politik selaku representasi masyarakat mulai menggulirkan rencana reformasi BIN. "Kami akan mengusulkan kepada DPR agar segera merumuskan BIN sesuai dengan laju demokrasi," kata dia. (ema/asy)











































