Lettu Febi Fitrian merupakan salah satu awak pesawat Casa 212 Reg A 2106 yang jatuh di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor Kamis (26/6/2008) lalu. Bangkai pesawat sudah ditemukan Jumat (27/6/2008) dengan kondisi hancur. Sementara jenazah-jenazah tampak berada di sekitar pesawat. Hingga pukul 13.50 WIB, Sabtu (28/6/2008) proses evakuasi masih terus dilakukan.
Syukur, ayah mertua Febi, baru memahami bahwa menangisnya Aishel selama tiga hari tiga malam sebelum musibah Casa itu terjadi sebagai bentuk firasat buruk. "Aishel menangis tiga hari tiga malam. Menangisnya seperti kasihan, tidak berhenti," kata Syukur saat ditemui di rumahnya, Jalan Majasem, Kelurahan Karya Murya, Kecamatan Kesambi, Cirebon, Sabtu (28/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas musibah Casa ini, istri Febi,Β Anita Perdanawati, tampak syok berat. Meski begitu, dia tampak tabah saat menerima para tamu yang menyatakan duka cita. Anita yang sering disapa Lucky dinikahi Febi satu setengah tahun lalu. Hasil perkawinannya telah membuahkan putri mungil yang lucu, Aishel Casamoure Fitrian.
Pihak keluarga sudah menyiapkan liang lahat untuk jenazah Febi, meski masih berharap Febi tidak meninggal dunia. Rencananya, bila memang meninggal, jenazah Febi akan dimakamkan di samping makam ayahnya di TPU di Desa Gegesik, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.
(asy/fay)











































