Pesawat Casa Berada di Bibir Jurang Sedalam 500 Meter

Pesawat Casa Berada di Bibir Jurang Sedalam 500 Meter

- detikNews
Sabtu, 28 Jun 2008 10:14 WIB
Pesawat Casa Berada di Bibir Jurang Sedalam 500 Meter
Bogor - Tim Evakuasi kemungkinan akan mendapat kesulitan dalam mengevakuasi para korban. Sebab, posisi pesawat dan korban berada di tebing curam sedalam 500 meter. Selain itu, kabut sangat pekat menyelimuti lereng gunung Salak, Bogor.

"Saya menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat itu pada pukul 16.30 WIB kemarin. Lokasinya berada di sekitar Bukit Pasir Belanda atau Pasir Gaok. Pesawat berada di bibir jurang yang dalamnya 500 meter," kata Edi Tohari, aktivis Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) di Posko Casa, Kampung Cibitung, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Sabtu (28/6/2008).

Edi Tohari yang telah mendaki gunung itu sejak Jumat kemarin, baru kembali ke posko pada Sabtu pagi. "Jarak dari sini ke sana sekitar 15 KM, perlu waktu 4 jam dengan jalan kaki. Medan cukup sulit karen jalan setapak," ujar Edi yang masuk dalam Tim Pencari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat Casa 212 dengan nomor registrasi A 2106 itu hancur. "Badan pesawat terpecah belah menjadi dua dan gepeng," kata Edi. Dia menduga sebelum jatuh, pesawat menabrak pohon.

Edi menyatakan, menurut kepercayaan penduduk setempat, bila ada benda jatuh atau orang hilang di Pasir Gaok, sangat sulit ditemukan dalam waktu cepat. Sebab, kabut pekat tidak mau lepas dari benda atau orang hilang tersebut.

"Warga menganjurkan untuk menggelar ritual doa-doa dan bakar kemenyan. Dengan cara itu, kabut baru hilang," kata Edi. Sebab, gunung ini masih perawan dan belum dijamah orang, sehingga orang tidak bisa sembarang masuk.
(asy/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads