"Saya menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat itu pada pukul 16.30 WIB kemarin. Lokasinya berada di sekitar Bukit Pasir Belanda atau Pasir Gaok. Pesawat berada di bibir jurang yang dalamnya 500 meter," kata Edi Tohari, aktivis Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) di Posko Casa, Kampung Cibitung, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Sabtu (28/6/2008).
Edi Tohari yang telah mendaki gunung itu sejak Jumat kemarin, baru kembali ke posko pada Sabtu pagi. "Jarak dari sini ke sana sekitar 15 KM, perlu waktu 4 jam dengan jalan kaki. Medan cukup sulit karen jalan setapak," ujar Edi yang masuk dalam Tim Pencari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi menyatakan, menurut kepercayaan penduduk setempat, bila ada benda jatuh atau orang hilang di Pasir Gaok, sangat sulit ditemukan dalam waktu cepat. Sebab, kabut pekat tidak mau lepas dari benda atau orang hilang tersebut.
"Warga menganjurkan untuk menggelar ritual doa-doa dan bakar kemenyan. Dengan cara itu, kabut baru hilang," kata Edi. Sebab, gunung ini masih perawan dan belum dijamah orang, sehingga orang tidak bisa sembarang masuk.
(asy/fay)











































