Casa Meledak, Baling-baling Tersangkut di Pohon

Casa Meledak, Baling-baling Tersangkut di Pohon

- detikNews
Sabtu, 28 Jun 2008 09:54 WIB
Bogor - Pesawat Casa 212 dengan nomor registrasi A 2106 yang jatuh di Leuweung Walanda, Bukit Tegal Lilin, Gunung Salak, Bogor meledak terlebih dulu. Pesawat pecah menjadi dua bagian besar, sementara puing-puing berserakan ke mana-mana. Bahkan, baling-baling pesawat tersangkut di pohon berjarak sekitar 400 meter dari badan pesawat (Klik kronologi awal jatuhnya Casa 212).

Marsa, warga Kampung Cibitung, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjoloyo mengaku mendengar ledakan hebat pada Kamis (26/6/2008) siang. "Saya sempat menduga ledakan itu dari tanah longsor," kata dia saat ditemui detikcom.

Marsa bersama sejumlah warga telah menelusuri sumber ledakan itu pada Kamis. Namun, hingga Kamis malam, mereka tidak bisa menemukan sumber ledakan. Akhirnya, pada Jumat (27/6/2008), Marsa bersama warga lain kembali menyusuri Gunung Salak dan menemukan puing-puing pesawat di lereng tebing. "Saya yakin ledakan Kamis lalu itu memang dari pesawat itu," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Edi Tohari, aktivis Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), mengaku telah sampai ke lokasi jatuhnya pesawat Casa pada Jumat kemarin. Sabtu (28/6/2008) pagi, dia baru kembali ke Posko Casa di Kampung Cibitung. Edi masuk dalam Tim Pencari.

Menurut Edi, badan pesawat Casa terbelah jadi dua. Sementara puing-puing kecil pesawat berserakan ke mana-mana. "Saya melihat ada baling-baling pesawat yang tersangkut di pohon. Jaraknya sekitar 400 meter dari lokasi badan pesawat," kata Edi.

Dari Posko Kampung Cibitung, jarak menuju Leuweung Walanda sekitar 15 KM. Hanya ada jalan setapak. Perjalanan menuju lokasi jatuhnya pesawat dari Kampung Cibitung dengan berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 4 jam. (asy/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads