Kantor yang berupa rumah ini bertempat di Jl Tebet Dalam I/6 RT 3 RW 1, Jakarta. Polisi menggeledah karena rumah ini diyakini menjadi sekretariat Tali Geni, yang dinilai berada dibalik rusuh 24 Juni 2008 lalu.
Dalam penggeledahan itu, polisi mengambil sejumlah dokumen. Dokumen yang diambil termasuk dokumen-dokumen advokasi terhadap para mahasiswa dan aktivis yang sedang ditahan polisi terkait sejumlah aksi penolakan kenaikan harga BBM.
"Ini kan kantor hukum, mempunyai badan hukum. Bukan kantor aktivis ataupun mahasiswa," kata Mustar saat ditemui di sebuah rumah makan di kawasan Tebet, Jakarta, Jumat (27/6/2008).
Tindakan ini dinilai Mustar sebagai bentuk ketakutan dan sikap represif Presiden SBY. Mustar mengatakan mereka adalah pihak yang benar sehingga diperlakukan represif.
"Kami menghimbau teman-teman aktivis untuk waspada dan siaga karena polisi sudah berani menyisir dan menggeledah," kata Mustar.
Sementara itu, warga sekitar yang ditanya detikcom, mengaku mengetahui rumah tersebut tempat nongkrong anak muda dan remaja. Mereka sering berkumpul sampai larut malam.
"Ya, saya kaget. Pas magrib kok ada penggerebekan. Kami tidak tahu menahu maksud penggeberekan. Selain polisi, warga dilarang mendekat," kata Ketua RT 3 RW 1 Hidayat. (fay/yid)











































