Di kediaman keluarga Pelda Agus Susanto, misalnya, telah didirikan tenda biru.
Pengamatan detikcom Jumat (27/6/2008) di rumah keluarga Pelda Agus, Perum Asabri Blok Q, Desa Candirenggo, Singosari, Malang, Jawa Timur, tenda telah berdiri. Kursi berderet-deret.Β Beberapa kerabat dan tetangga tampak duduk-duduk sambil mengobrol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat hendak diwawancara, salah satu putra Agus justru menangis terisak-isak dan masuk ke dalam rumah. Dia tampak terpukul sehingga tak mampu bicara.
Pemandangan berbeda terlihat di kediaman Mayor Penerbang Bendot Arjianto dan Lettu Teknik Bambang Triyanto. Di kedua rumah korban pesawat naas itu tidak terlihat kegiatan mencolok.
Di kediaman Bendot Arjianto, di Komplek Amarta Lanud Abdulrahman Saleh, Jl Mayor Kesehatan Muhammad Munir, tampak sepi-sepi saja. Hanya tampak kursi yang dikeluarkan dari dalam rumah. Tamu yang hadir hanya dari kerabat korban dan beberapa anggota TNI AU.
Sementara di tempat tinggal milik Lettu Teknik Bambang Triyanto di Komplek Amarta Lanud Abdulrahman Saleh Jl Kapten Mulyono, sama. Suasana duka terlihat dari tidak mau ditemuinya keluarga.
Menurut anggota Kantor Penerangan Lanud Abdulrahman Saleh, Erwin, istri Bambang yang berprofesi sebagai dosen ini menolak untuk ditemui wartawan.
"Kita nggak boleh mendekat ke rumah Bambang karena istrinya masih histeris melihat orang asing. Nanti teriak-teriak, nanti satu komplek bingung semua," kata Erwin.
(ptr/nrl)











































