Nusi (22), warga Kampung Cibitung RT 1/7 Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, menyaksikan hal ini dengan mata kepalanya sendiri. Dia melihat bangkai pesawat itu saat sedang mencari burung di Kampung Tegal Lilin, yang berada di bukit Gunung Salak sekitar pukul 13.00 WIB (klik nama nama korban pesawat Casa).
"Saya melihat sedikitnya ada 12 mayat berada di sekitar pesawat," kata Nusi, setelah tiba di Kampung Cibitung, Desa Gunung Malang, sekitar pukul 16.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nusi, di antara mayat-mayat yang bergelimpangan itu terlihat dua bule. "Saya tahu dari rambutnya," kata Nusi saat ditanya kok dirinya mengetahui bahwa dua mayat itu bule. Mayat-mayat yang berserakan itu masih utuh, dengan pakaian yang terkoyak.
Ada 18 orang di dalam pesawat yang naas saat melakukan uji coba foto udara itu. Rinciannya 12 anggota TNI dan 6 orang lainnya sipil. Keenam orang sipil adalah staf PT Credent Teknologi, perusahaan penyuplai alat foto udara itu.
Berikut nama-nama korban pesawat Casa:
Kru pesawat
1. Mayor Penerbang B Ardijanto
2. Kapten Penerbang Agung Priantoro
3. Lettu Penerbang Febby
4. Lettu Teknik Bambang
5. Pelda Agus
Penumpang:
1. Kolonel Sus AF Jafara
2. Kolonel Penerbang Sulaksono
3. Letkol Teknik Wahyu Hidayat
4. Letkol Sus Supriyadi
5. Mayor Sus Susika M
6. Kapten Sus Doni Wicaksono
7. Lettu Sus Ronal
8. Gatot Purnomo
9. Saputra Sinaga
10. Ami
11. Tan Hon Kiang (Warga Singapura)
12. Anthony (Warga Inggris)
13. Mahendra Kumar (Warga India) (asy/nrl)











































