Presiden SBY mewanti pimpinan mereka masing-masing meberikan perhatian yang sungguh-sungguh. Terutama perhatian pada keluarga dari aparat bersangkutan.
"Atas nama negara, pemerintah dan pribadi, saya ucapkan terimakasih dan penghargaan tinggi pada pejuang pelayanan publik. Saudara rela menempuh dan mengambil risiko Β keselematan jiwa untuk melaksanakan tugas melayani masyarakat. Ini patut kita jadikan contoh. Pimpinan mereka harap memberi perhatian pada yang bersangkutan dan keluarganya," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepuluh orang pelayan publik yang mendapat penghargaan berasal dari berbagai instansi. Kepolisian, PMK, PT KA, PLN dan Dephub. Mereka adalah;
- Anggota pasukan pemadam kebakaran Jakarta Timur, Abdul Cholik. Tubuhnya terbakar saat menjalankan tugas.
- Brigadir Polisi Asep Wahyudi. Anggota Polda Metro Jaya ini mengalami cacat di hampir seluruh tubuh akibat ledakan bom di Kedubes Australia, Jakarta.
- Aiptu M Jusuf. Kaki kiri anggota Polres Kota Cimahi ini diamputasi akibat kecelakaan lalu lintas saat mengawal rombongan kerja Ketua BPK RI.
- Brigadir Polisi Eko Hari Cahyana. Tulang pipi anggota Gegana Brimob Polri ini hancur terkena tembakan saat bertugas di NAD.
- Marjono. Petugas sipir Depkum HAM ini terluka parah ketika melerai perkelahian antar narapidana.
- Brigadir Polisi Zakaria. Reserse Jatanras Polda Metro Jaya ini korban dengan 11 luka tembak saat memburu perampok nasabah bank senilai Rp 2,4 milyar.
- Danny Suhaerdani. Instruktur penerbang Babinkam Polri ini korban luka bakar dan cacat permanen dalam kecelakaan saat mendidik calon pilot helikopter.
- Suharto. Kaki juru utama PT PLN Kalsel dan Kalbar ini putus akibat kecelakaan saat menjalankan tugas.
- Santosa. Anggota kesatuan penjaga laut Dephub RI ini terkatung di laut selama 18 jam dalam kontak tembak dengan 5 kapal pencuri ikan dari Malaysia.
- Memed. Selama 27 tahun bertugas, pintu lintasan kereta api di Bukit Duri yang ia jaga tidak pernah terjadi kecelakaan sama sekali.











































