"Seharusnya ke depan Kepala BIN irit bicara," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Priyo Budi Santoso kepada wartawan sebelum diskusi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/6/2008).
Menurut Priyo, jika BIN mempunyai bukti langsung disebutkan saja siapa nama anggota DPR yang dimaksud. Hal ini sangat penting untuk menghindari kecurigaan dan saling tuding sesama anggota DPR sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Priyo menyesalkan aksi mahasiswa di DPR dan kampus Atma Jaya yang berujung rusuh.
"Mahasiswa saya yakin masih mempunyai titik nurani yang tidak bisa diintervensi oleh siapa pun juga dan didanai. Tapi saya menyesalkan jika dalam aksi-aksi penolakan BBM itu ada yang bakar-bakar mobil pelat merah," jelasnya.
Wakil Ketua FPBR Ade Daud Nasution menyatakan, pelaku anarki harus ditindak tanpa pandang bulu. Namun sebelumnya, tudingan BIN harus dibuktikan.
"Kalau ada tindakan anarkis siapa pun harus ditangkap dan ditindak. Tidak hanya mahasiswa, aparat kepolisian, termasuk BIN, juga harus diberlakukan sama," kata Ade.
Anggota Komisi I dari FPAN M Junaidi menyebutkan, mayoritas anggota DPR menolak kenaikan harga BBM.
"Kalau kita mendukung aksi demo ya nggak apa-apa, wajar. Wong memang dari awal kita juga sudah menolak kenaikan BBM. Bedanya, teman-teman mahasiswa di luar, kita di dalam," ujar Junaidi.
(nik/nrl)











































