Sarfina Hadiyanti, puteri Letkol Supriady yang berusia 14 tahun, terus mengikuti perkembangan tentang jatuhnya pesawat Casa di kaki Gunung Salah, Desa Curug Nangka, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis 26 Juni 2008. Bagi gadis yang baru naik kelas III SMP itu, Supriady merupakan ayah yang tegas, sekaligus perhatian.
"Papa orang tegas, tapi perhatian banget. Kalau lagi pergi jauh pasti ditelepon. Jadi selalu ngangenin. Paling berkesan dengan Papa, kalau mau pergi, Papa paling bersemangat. Paling enak kalau pergi dengan Papa," kata Sarfina di rumahnya, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (27/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamis pagi Papa nggak pamit. Saya lagi di dapur. Biasanya Papa ngomong, Nak Papa pergi. Cuma kok pagi itu nggak bilang. Langsung pergi saja," cerita Sarfina yang terus memantau berita di TV.
"Saya berharap dengan keadaan apa pun, Papa bisa balik ke rumah. Mudah-mudahan bisa ketemu dengan Papa dalam keadaan sehat, selamat dan bisa kumpul kembali," harap gadis kecil itu.
(ana/ken)











































