Sekretaris Menkeu Berharap Suaminya Segera Ditemukan

Korban Casa Hilang

Sekretaris Menkeu Berharap Suaminya Segera Ditemukan

- detikNews
Jumat, 27 Jun 2008 13:10 WIB
Jakarta - Ada yang tak biasa dirasakan Yetti Susilawati (43), istri korban pesawat Casa yang hilang di Gunung Salak, Letkol Sus Supriady. Kamis pagi kemarin, suaminya tak pamit saat berangkat kerja.

Rupanya hal yang tak biasa itu adalah firasat musibah yang akan dialami suaminya, pada siang harinya.

"Pagi sebelum suami berangkat kerja, suami berangkat tidak pamit, dia seperti terburu-buru. Biasanya, pukul 06.40 WIB baru berangkat. Kali ini kok pukul 06.30 WIB sudah berangkat. Biasanya walaupun saya posisinya di kamar (tidur) biasanya suami itu teriak. Tapi pagi itu saya keluar dari kamar mandi, kok sudah tidak ada," kata Yetti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah itu diceritakan Sekretaris Menkeu Sri Mulyani ini pada detikcom di kediamannya di Jalan Cendrawasih, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/6/2008).

Apa Bapak tidak pamit juga dengan putrinya? "Nggak pamit ya?" tanya Yetti pada putri bungsunya Sarfina (14), yang duduk di sebelahnya. "Iya nggak pamit," jawab gadis manis yang mengenakan kaos oblong hijau muda dan celana krem ini.

Yetti menambahkan sudah mengetahui kalau suaminya, yang sudah 21 tahun bekerja di Dinas Survei dan Pemotretan Udara (Dissurpotrut) TNI AU itu, sedang ada tugas pemotretan udara hari itu. Jadi, dia memaklumi kalau suaminya terburu-buru tidak sempat pamit.

Firasat tidak enak itu menjelma seakan menjadi nyata, ketika pada malam harinya wanita karier ini pulang ke rumah sekitar pukul 20.30 WIB.

"Teman-teman suami saya sudah ada di rumah. Saya pikir hanya untuk ngumpul ngomongin masalah kerjaan. Ternyata ada salah seorang teman suami saya yang mengatakan, bapak lagi tugas dan pesawatnya kecelakaan. Saya percaya nggak percaya," kata wanita yang mengenakan hem putih dan celana hitam ini.

Yetti jelas kaget karena hari itu suaminya tidak mengatakan kalau akan terbang. Sampai saat ini, Yetti dan kedua putrinya, Ruri (17) dan Sarfina (14), masih berharap Supriady yang belum diketahui nasibnya bisa cepat diketemukan.

"Kami berdoa, berharap agar mereka semua dapat ditemukan sehingga tinggal menunggu hasil evakuasi," kata Yetti sedih dengan raut wajah sembab.

Rumah Yetti yang bertipe 45 itu tampak dipenuhi puluhan tetangga dan kerabat. Beberapa dari mereka tampak duduk di kursi yang sudah disiapkan di teras rumah yang bercat biru dan pagar bercat hitam itu.

Beberapa kerabat terlihat memantau berita melalui beberapa siaran televisi. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads