Negara Berkembang Jadi Buangan Sampah dari Negara Maju

COP9 Bali

Negara Berkembang Jadi Buangan Sampah dari Negara Maju

- detikNews
Jumat, 27 Jun 2008 06:40 WIB
Bali - Negara-negara berkembang terus menjadi tempat pembuangan sampah berbahaya dari negara-negara maju. Dari komputer bekas, kapal karatan hingga pestisida.

Negara-negara berkembang mau menerima sampah mengandung bahan berbahaya tersebut demi uang, tanpa mempedulikan ancaman kesehatan dan kerusakan lingkungan, ungkap Okechukwu Ibeanu dari Dewan HAM PBB pada Pertemuan ke-9 Konferensi Negara Pihak untuk Konvensi Bazel 23-27/6/2008 di Bali.

"Negara-negara maju yang kaya seharusnya membantu negara-negara berkembang untuk menciptakan ekonomi berkelanjutan (sustainable) dan ramah lingkungan," demikian Ibeanu seperti dikutip detikcom dari ad.nl, Jumat (27/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konvensi Bazel mengenai pengendalian sampah berbahaya diteken dalam sebuah konferensi diplomatik internasional di Bazel, Swis, pada 22/3/1989 dan berlaku efektif mulai 5/5/1992. Sejumlah 163 negara pihak, termasuk Indonesia dan Uni Eropa (UE) telah menandatangani dan meratifikasi konvensi tersebut.

Hanya ada tiga negara yang telah menandatangani namun belum meratifikasi, yakni Afghanistan, Haiti dan Amerika Serikat (AS).

Sikap AS yang belum juga mau meratifikasi itu diduga menjadi salah satu sebab Konvensi Bazel tersebut belum mampu mencegah praktik pembuangan sampah berbahaya dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang. (es/es)


Berita Terkait