Demokrasi Tidak Selalu Mencegah Kekerasan

Demokrasi Tidak Selalu Mencegah Kekerasan

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2008 19:16 WIB
Jakarta - Demokrasi memang memiliki dua sisi. Demokrasi dapat menimbulkan perdamaian, namun demokrasi juga tidak selalu mencegah kekerasan.

"Demokrasi adalah penyembuh, memberikan kedamaian," ujar Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R Hume, dalam dialog bertajuk 'Bisakah Demokrasi Mencegah kekerasan', pada 2nd World Peace Forum, di Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2008).

Hume menambahkan, harus ada kesempatan masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya. Dialog juga harus dilakukan dengan perasaan saling menghormati. Tanpa itu tidak ada legitimasi untuk menjalankan demokrasi.

Selain itu, kata Hume, hukum juga harus dijunjung tinggi di atas segalanya. Tapi apakah demokrasi selalu mencegah kekerasan? Kata Hume, tentu saja tidak.

"Demokrasi tidak bisa serta merta bekerja seperti itu, dia butuh bantuan dari yang lain," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Ibnu Khaldun Center, Saad Eddin Ibrahim, mengatakan, demokrasi ala AS pasca serangan di Timur Tengah dianggapnya sebagai racun.

"Beberapa saat setelah mempromosikan demokrasi di luar negeri, AS menginvasi Irak. Di situ masalahnya," ujarnya.

AS, kata Ibrahim, berdalih akan mengembalikan demokrasi di Irak. "Tapi Irak dan Timur Tengah situasinya seperti saat ini. AS dianggap sebagai racun. Kebijakan AS untuk mendemokrasikan Irak justru membuat kondisi negara itu menjadi buruk. Demokrasi tidak berjalan," pungkasnya.
(irw/fay)


Berita Terkait