Sinyalemen KaBIN Dianggap Klise

Sinyalemen KaBIN Dianggap Klise

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2008 18:26 WIB
Jakarta - Pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar tentang provokator dibalik aksi anarkis menentang kenaikan harga BBM, dianggap klise. Begitu juga tentang partai politik yang dianggap menunggangi aksi tersebut.

"Sinyalemen KaBIN itu sudah klasik dan klise, selalu ada yang menunggangi. Kalau memang ada yang menunggangi, beritahu saja siapa penunggangnya, tangkap dan proses secara hukum," kata mantan Ketua MPR Amien Rais usai Halaqoh Posisi dan Orientasi Harokah Nahdliyyah di gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Kamis (26/6/2008).

Bila samar-samar, lanjut Amien, pernyataan KaBIN justru akan menimbulkan saling tuding dan perasaan tidak enak. "Kalau saya yakin, mahasiswa itu ditunggangi oleh rakyat dan nurani, rasa keadilan, rasa penegakan kebenaran. Tidak mungkin mahasiswa ditunggangi oleh sebuah partai politik," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amien tidak sependapat bila gerakan unjuk rasa mahasiswa sudah dikatakan anarkis."Menurut saya itu infiltrasi. Saya orang kampus, saya tahu mahasiswa melakukan kejahatan itu berat sekali. Karena itu mungkin ada penyusup," tukas Amien.

Justru Amien balik bertanya, kenapa BIN tidak mendatangi anggota DPR yang menunggangi aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut untuk melakukan pencegahan. "Kalau memang BIN tahu si A atau si B sejak awal sudah akan membuat insiden atau huru hara, mengapa tidak dihentikan secara dini," tegasnya.

"Saya kira, teman-teman BIN kalau melihat hal yang kira-kira menggoyahkan stabilitas sosial politik, itu ketika masih kecil dipadamkan. Jangan saling tuding," imbuh Amien. (zal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads