"Kemarin kesimpulan akhir kan ada tiga: dihentikan, dilanjutkan tapi direvisi, dan dilanjutkan dengan diperbaiki. Tapi intinya, kita harus merundingkan kembali syarat-syarat kerjasama itu supaya manfaat buat kita lebih nyata dan besar," kata Juwono.
Hal itu dikatakan dia usai membuka seminar nasional tentang wilayah perbatasan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Panglima TNI dan KSAL ada. Itu salah satu yang kita akan bicarakan, karena harus ada kesetaraan. Kalau dilanjutkan, mungkin bukan di tingkat departemen, tapi serahkan pada salah satu satuan kerja AL," jelasnya.
Terkait pernyataan Menkes Sitti Fadilah Supari bahwa Namru-2 dianggap tidak penting lagi, Juwono justru mengatakan, bila dilihat dari segi manfaat pasti ada.
"Tapi manfaatnya lebih banyak ke mana? Itu yang harus kita pikirkan. Kan, lebih banyak ke AS, kita harus tangguh berunding," terangnya.
Juwono melanjutkan, pembahasan harus dilakukan secara lintas sektoral dan hasilnya disampaikan ke Deplu yang akan melakukan perundingan. "Kalau mereka (pihak AS) tidak mau, ya kita bekukan," pintanya. (zal/irw)











































