"Memang demo adalah tuntutan. Tetapi ada aktor intelektualitas yang menghendaki demo itu lebih besar. Polisi menghindari hal tersebut," kata Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Irjen Pol Suprapto.
Hal ini disampaikan Suprapto usai diskusi bertajuk "Peran polisi dan masyarakat sipil dalam melindungi kebebasan beragama di Indonesia" di Yayasan Wakaf Paramadina, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya ada kepentingan tertentu dari aktor intelektual, Suprapto membenarkan. "Sangat bisa jadi," cetus dia.
Menurut dia, polisi sudah menghindari agar demo tidak brutal. "Pada saat demo, polisi berada di belakang pagar. Kalau ada di depan, dikhawatirkan akan terjadi benturan. Ketika disemprot saja tidak mau pergi," ujar Suprapto.
KaBIN menyebut inisial FY sebagai dalang demo menolak kenaikan BBM yang berujung rusuh. Selain itu, KaBIN juga menyebutkan ada anggota DPR dari satu partai yang mengongkosi demo tersebut. (aan/nrl)











































