Azyumardi: Saya Duga Itu Forkot

Tidak Kebagian Kue Reformasi

Azyumardi: Saya Duga Itu Forkot

- detikNews
Kamis, 26 Jun 2008 15:03 WIB
Jakarta - Forum Kota (Forkot) diduga bermain dalam demo di DPR yang berakhir rusuh pada 24 Juni. Cara-cara kekerasan dan memprovokasi polisi sama seperti aksi unjuk rasa Forkot pada tahun 1999.

"Saya kira itu (demo ditunggangi) segelintir mahasiswa. Mereka tokoh-tokoh mahasiswa yang sangat politik. Saya menduga itu kelompok Forkot karena tahun 1999 kelompok itu menggunakan cara-cara seperti itu. Saya tahu karena saya juga mantan rektor," kata mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra.

Hal ini disampaikan Azyumardi di sela-sela diskusi bertajuk "The second world peace forum" di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (26/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Azyumardi menilai, gerakan Forkot tidak murni lagi. "Memperjuangkan kepentingan rakyat tetapi sebenarnya yang diperjuangkan kepentingannya sendiri," ujarnya.

Apakah mereka aktivis 1998 yang tidak kebagian kue reformasi? "Faktor-faktor seperti itu ada. Mahasiswa 1999 yang tidak terekrut oleh parpol atau kekuasaan. Kalau kita lihat kemarin, perguruan tinggi yang jadi motor demokrasi itu kan tidak turun seperti UI, UIN, UNJ," sahut Azyumardi.

"Itu tipikal Forkot. Di kampus-kampus, mereka tidak peduli kuliah. Tujuan mereka destabilisasi politik. Slogannya revolusi sampai mati," lanjut guru besar ini.

Menurut Azyumardi, perlu ada penegakan hukum dalam demo anarkis. Demo anarkis disebabkan lantaran ada pihak yang lebih suka menggunakan otot daripada otak.

"Mungkin tujuan mereka baik tetapi caranya tidak benar. Isu yang diangkat mengundang simpati rakyat. Tetapi caranya mengundang antipati," ujar Azyumardi. (aan/nrl)



Berita Terkait