Berikut wawancara dengan Untung di ruangannya di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selata, Kamis (26/6/2008).
Pak tanggapan terhadap kasus ini?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembelaan Bapak apa?
Apa yang sekarang mau saya bela, wong saya juga tidak tahu kesalahan saya ini. Saya bukan bela diri, saya hanya mengklarifikasi.
Apa yang bapak lakukan jika nanti diberhentikan melalui mekanisme internal?
Sekarang gini deh, saya diangkat dan diberhentikan oleh presiden dan Jaksa Agung. Kalau saya pertahankan diri sedang keputusan sudah bilang begitu bagamana? Nanti mekanisme kejaksaan tidak akan jalan.
Saya akan terima untuk kepentingan yang lebih umum, walaupun saya merasa tidak bersalah. Wong saya tidak terlibat. Kalau itu untuk kepentingan institusi silakan.
Bapak siap dicopot?
Siap, saya siap.
Apapun keputusan Jaksa Agung Bapak akan menerima?
Siap, saya hanya minta masalah Urip diselesaikan biar terungkap siapa di balik itu semua.
Bapak kemarin tidak hadir di rakor?
Iya. Saya sudah minta izin sama Jaksa Agung kalau saya tidak bisa hadir.
Adil tidak kalau Bapak dicopot?
Ketika kesalahan ditimpa kepada saya, kesalahan yang mana? Saya nggak ngerti apa-apa.
Bapak merasa dikorbankan?
Saya tidak tahu.
Apakah bapak merasa ada yang tidak suka dengan Bapak?
Wah, saya nggak tahu.
Bapak akan minta klarifikasi setelah diumumkan?
Saya akan bicara nanti, saya kan juga punya hak untuk bicara. (ken/fay)











































