"Saya bukan melarikan diri. Saya di Guang Zhou China sejak sepuluh hari lalu memenuhi undangan All China Youth Federation," kata alumnus Universitas Padjadjaran yang menjabat Sekjen Komite Bangkit Indonesia (KBI) dan Ketua Umum Dewan Tani Nasional ini saat dihubungi detikcom, Kamis (26/6/2008).
Ferry mengaku dirinya dikaitkan dengan aksi rusuh di gedung DPR dan depan Kampus Atma Jaya, karena selama ini dirinya memang dari awal terlibat dalam aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM dan mengawal terus usulan hak angket DPR. Meski begitu, dirinya tidak pernah menganjurkan agar demo itu dilakukan secara anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Ferry, dirinya juga pernah menemui pimpinan FKB dan FPDIP, yang sejak awal menjadi inisiator usul hak angket BBM. "Dalam audiensi itu saya juga sampaikan bahwa kami akan terus mengawal hak angket dan mengepung DPR," ujar dia.
Ferry mengaku, meski di China, dirinya tetap berkomunikasi dengan elemen-elemen lain terkait aksi menolak kenaikan harga BBM dan mendorong DPR untuk menggunakan hak angket BBM. "Tapi, mungkin karena aksi ini juga dalam rangkaian kasus kematian mahasiswa Unas, bisa jadi demo itu akhirnya berakhir seperti itu," terang dia.
Saat ditanya mengenai isu bahwa dirinya akan ditangkap setelah tiba di Indonesia, Ferry mengaku siap. "Ya saya siap saja. Saya juga telah meminta dukungan kepada teman-teman di Tanah Air untuk melakukan pembelaan terhadap saya," kata dia. (asy/nrl)











































