Siapakah mereka yang ketiban pulung itu, masih misterius. Namun anggota Badan Pekerja Indonesian Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho punya prediksi.
"Kemungkinan besar sih Jamdatun Untung Udji Santosa dan Jamintel Wisnu Subroto," kata Emerson pada detikcom, Kamis (26/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Jamintel Wisnu Subroto, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Timur Djoko Widodo juga masuk pembicaraan mereka. Nama Ketua KPK Antasari Anshar dan Direktur Penuntutan KPK Feri Wibisono juga muncul.
Dua jaksa agung muda (JAM) telah diperiksa, termasuk 11 anak buah mereka. Mereka diperiksa secara internal oleh Kejagung terkait tudingan adanya skenario penyelamatan Artalyta dari tangan KPK.
Lebih lanjut Emerson melihat, pencopotan harusnya tidak cukup hanya sampai pada level JAM. "Jaksa Agung sih yang harusnya dicopot," tegasnya.
Menurut dia, adanya keterlibatan pejabat Kejagung dalam kasus Artalyta tidak terlepas dari perilaku pimpinannya. Gerak-gerik Hendarman yang dinilai lamban mengesankan kinerja Jaksa Agung tidak tegas menuntaskan masalah.
"Persoalan ada di pimpinan. Karena dia terkesan lambat, harus menunggu (instruksi) Presiden," ujar Emerson.
Sebagai ganti Hendarman, seorang Jaksa Agung harus memenuhi kriteria seperti berkualitas, track record yang bersih, berintegritas, memiliki keberanian serta tidak terikat dengan parpol tertentu.
Lalu siapa yang cocok menggantikan Hendarman? "Kita sih sudah ada calonnya. Tapi nantilah," kilahnya.
(ptr/nrl)











































