Berikut kronologi kericuhan di Pospol Patung Pemuda, Bundaran Senayan, Jakarta, Rabu (25/6/2008) itu.
Sekitar pukul 20.20 WIB hingga 20.29 WIB, sekitar 200 mahasiswa tiba. Setelah berputar-putar di sekitar Bundaran Senayan, mereka kemudian berhenti di sebelah barat patung Pemuda (klik foto foto rusuh di Bundaran Senayan).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama, sebagian dari mereka menyeberang jalan menuju pospol yang berada di selatan patung Pemuda. Mereka pun mencorat-coret tembok pospol itu.
Di sana, terdapat 4 polisi yaitu Brigadir Yudo, Bripda Sofyan, Briptu Siswanto dan Bripka Budiono.
"Saat itu puluhan mahasiswa langsung mendatangi pospol kemudian memilox. Maka kami langsung memanggil teman-teman Lantas. Kami pun lari keluar menyelamatkan diri," kata Komandan Regu Jaga, Bripka Budiono, kepada detikcom.
Sayangnya, kamera CCTV tidak dapat merekam karena di luar jangkauan. CCTV terletak persis di atas pospol dan menghadap Blok M.
Sementara, menurut koordinator aksi, Lalu, mahasiswa hanya ingin melampiaskan kekesalan dengan mencorat coret. "Dan tidak benar kita akan merusak," ujar Lalu.
"Kami rencananya akan pulang ke kampus dan berorasi sebentar. Namun tiba-tiba puluhan polantas datang menyerang kami disusul ratusan (polisi) Samapta," lanjut dia.
Namun pernyataan Lalu dibantah Bripka Budiono. Menurut Budiono, tidak ada peristiwa penyerangan. Petugas Lantas Polda Metro Jaya hanya menutup jalan dari arah Blok M agar mahasiswa bisa digiring menuju kampus Universitas Moestopo.
(ptr/fiq)











































