Media Harus Sorot Kekerasan dari Polisi & Mahasiswa

Media Harus Sorot Kekerasan dari Polisi & Mahasiswa

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2008 19:15 WIB
Jakarta - Dalam demonstrasi yang berujung anarkis di DPR-Atma Jaya, ada kekerasan yang dilakukan polisi dan juga mahasiswa. Media diminta berimbang memberitakannya.

"Pasti orang akan mengatakan, gara-gara saluran komunikasi politik yang terhambat, maka mahasiswa menjadi agresif dalam menyampaikan aspirasi. Kita semua mengakui, jika media kita memfokuskan tentang kekerasan," ujar pakar komunikasi politik Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali.

Hal itu disampaikan Effendi usai acara peluncuran buku politisi Partai Demokrasi Pembaruan Roy BB Janis, 'Wapres Pendamping atau Pesaing?' di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam komunikasi politik jangka panjang, cara-cara kekerasan akan merugikan kita. Lebih baik, media mengangkat kekerasan dari kedua pihak. Dalam komunikasi politik jangka panjang, cara-cara kekerasan akan merugikan kita," kata dia.

Padahal, imbuh dia, ada yang menolak aksi kekerasan. Media harus seimbang memberitakan antara kekerasan itu sendiri, dan yang tidak membenarkan kekerasan.

"Jangan sampai kekerasan oke-oke saja dilakukan. Karena akan merugikan kepentingan publik. Dan harus seimbang. Demo mahasiswa banyak tidak masalah. Asal kreatif. Seperti dengan aksi-aksi teatrikal," kata Effendi. (nwk/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads