KBI: Silakan Tangkap Ferry, Tapi Harus Jelas Alasannya
Rabu, 25 Jun 2008 18:50 WIB
Jakarta - Komite Bangkit Indonesia (KBI) tidak ambil pusing dengan pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar yang akan menangkap FY, orang yang diduga Ferry Yuliantono. Syaratnya, tindakan itu memiliki alasan yang jelas. "Soal menangkap itu haknya orang yang berhak menangkap. Tapi harus jelas apa alasannya, tidak boleh asal tangkap," kata juru bicara Komite Bangkit Indonesia, Adhie Massardi kepada detikcom melalui telepon, Rabu (25/6/2008). Menurut Adhie, jika benar FY yang dimaksud Syamsir sebagai otak aksi anarkis mahasiswa adalah Sekjen KBI Ferry Yuliantono sangat tidak masuk akal. Sebab selama ini berbagai kegiatan yang dilakukan Ferry di KBI sangat terbuka. "Sebagai Sekjen dia memang bertugas mengatur segalanya. Misalnya KBI mengadakan diskusi publik, Ferry ya bertugas mengatur siapa pembicaranya, tema diskusi dan sebagainya. Dia juga yang mengatur jadwal kegiatan Pak Rizal Ramli selaku ketua KBI," tutur Adhi. Sikap KBI terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM juga cukup jelas. Sejak awal KBI menolak kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat tersebut. "Jadi tidak ada yang kita sembunyikan. Pernyataan mahasiswa ditunggangi itu sama saja menghina akal sehat mahasiswa," ungkap Adhie. Adhie menambahkan, pihaknya belum mengkomunikasikan tudingan Syamsir tersebut ke Ferry yang saat ini berada di China untuk suatu acara petani. Sebab selain Sekjen KBI, Ferry juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tani Indonesia. "Di luar KBI, itu adalah urusan pribadi Ferry. Kita tidak etis mencampurinya. Lagi pula FY yang disebut Syamsir itu belum tentu Ferry Yuliantono," tutur Adhie.
(djo/asy)











































