Pembunuhan Altantuya Shaariibuu, model berusia 28 tahun itu telah menimbulkan spekulasi adanya kaitan pemerintah dalam kematian wanita itu pada tahun 2006.
Ini dikarenakan analis politik Abdul Razak Abdullah Baginda (46), salah satu tersangka pembunuhan Altantuya merupakan pembantu dekat Najib.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang diklaim dan ditulis merupakan kebohongan total dan rekayasa," kata Najib seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (25/6/2008).
"Itu sepenuhnya sampah," serunya. "Saya tak punya kesimpulan lain kecuali ini merupakan upaya putus asa dan menyedihkan untuk mendiskreditkan imej politik saya. Saya tak melihat alasan lain," pungkasnya.
Ditegaskan Najib, istrinya telah memberikan pernyataannya kepada polisi yang menyelidiki kasus tersebut.
Persidangan kasus pembunuhan Altantuya masih berlangsung di Malaysia. Razak dikenai tuduhan membantu pembunuhan itu. Sedangkan dua polisi dituduh sebagai pelaku pembunuhan. Ketiganya telah mengaku tak bersalah. Mereka bertiga terancam hukuman mati dengan digantung jika terbukti bersalah. (ita/nrl)











































