Kabinet Belanda Bolehkan Seleksi Embrio Manusia

Laporan dari Den Haag

Kabinet Belanda Bolehkan Seleksi Embrio Manusia

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2008 14:34 WIB
Kabinet Belanda Bolehkan Seleksi Embrio Manusia
Den Haag - Kabinet Belanda sepakat untuk membolehkan seleksi embrio manusia demi mendapatkan keturunan unggul yang diinginkan. Sebelumnya partai agama Uni Kristen (CU) menentang keras.

Kesepakatan itu berhasil dicapai dalam rapat kabinet pada Selasa (24/6/2008) kemarin. Partai Uni Kristen, yang merupakan mitra memerintah bersama Kristen Demokrat (CDA) dan Partai Buruh (PvdA), melunak setelah ada jaminan akan dibentuk komisi penguji yang tugasnya mengawasi atau menguji permohonan seleksi embrio.

Kompromi tersebut menunjukkan bahwa kabinet Belanda membolehkan seleksi embrio dalam pengertian lebih luas. Tapi untuk ini akan dibuat kriteria dan persyaratan sangat ketat. Selanjutnya komisi pengawas akan melihat per kasus apakah permohonan seleksi embrio memenuhi persyaratan atau tidak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seleksi embrio ini bermanfaat untuk menjamin agar jabang bayi yang terbentuk nanti tidak terkena penyakit genetis (keturunan). Sekretaris Negara bidang Kesehatan Jet Bussemaker bahkan menginginkan agar seleksi embrio bisa diperluas pada penyakit yang dapat termanifestasi kelak setelah bayi tumbuh dewasa, misalnya kanker usus dan kanker payudara.

Diharapkan pada Jumat (27/6/2008) kabinet sudah mengeluarkan keputusan, kemudian dibawa ke Tweede Kamer (parlemen) untuk didebatkan menjadi Undang-undang.

Langkah cepat kabinet ini merupakan sikap tanggap atas wacana yang berkembang cepat di media massa dan masyarakat mengenai seleksi embrio. Sebelumnya Academisch Ziekenhuis Maastricht/AZM (Rumahsakit Akademik Maastricht) sudah lebih dulu menjadi rumahsakit yang mengizinkan seleksi embrio. Namun belum ada payung hukum atas praktik semacam itu.

Tentangan keras datang dari kubu gereja (agama) dan etik. Meskipun niat awalnya demi menghindarkan anak manusia dari penyakit, tapi tanpa disiplin dan peraturan ketat seleksi embrio ini dinilai rawan penyelewengan. Misalnya tergelincir pada ide yang dulu pernah digagas pemimpin Nazi Adolf Hitler tentang keunggulan suatu ras tertentu. (es/es)


Berita Terkait