"Selama ini kerjasamanya kurang seimbang. US Navy sebagai militer punya dua kemampuan sebagai Angkatan Laut dan peneliti, sedangkan Depkes sebagai sipil punya kemampuan sebagai peneliti saja," ujar Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso saat menghadiri Raker tentang Namru-2 dengan Komisi I di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (25/6/2008).
Djoko juga menjelaskan TNI mendorong tercapainya kesepakatan baru soal Namru-2. Namun keamanan dan pertahanan nasional harus menjadi pertimbangan yang utama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai tambahan TNI juga meminta akses informasi seluas-luasnya tentang apa saja yang dikerjakan Namru-2. TNI mengaku sejak tahun 1996, tidak ada informasi apapun yang masuk ke Mabes TNI.
"Harus ada akses informasi terhadap kegiatan Namru-2. Tidak hanya informasi berupa fotocopy," tegasnya.
(rdf/fay)











































