Ada Isu Demo Besar di Gedung DPR Siang Ini, Jangan Percaya!

Ada Isu Demo Besar di Gedung DPR Siang Ini, Jangan Percaya!

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2008 12:29 WIB
Jakarta - Sebuah SMS yang berbunyi akan ada demo besar-besaran di gedung DPR beredar luas. Disebutkan pula, demo tersebut akan diwarnai aksi bakar ban. Jangan percaya!

SMS yang diterima detikcom pukul 10.47, Rabu (25/6/2008) tersebut berbunyi: +- 2.000 orang terdiri dr elemen yg tergabung Aktivis Lintas Generasi: antara lain barisan pemuda ind, prodem, unas, univ pancasila, univ mustopo, iisip, upn, uin syarif hidayatullah, yai, yarsi Jakarta, UI, univ bung karno, univ mercu buana, trisakti, univ empu tantular, ITI, ISTN, BSI, untag, univ muhammadiyah jkt, laksi, pena 98, indemo, repdem, lepas, jamker, sbsi 92, forkot, srmk, srmi, prd, lmnd, pimp ADIAN NAPITUPULU, melaks AUR, pd rabu, 25-6-08 pkl 10.00, di gd DPR/MPR RI. Agenda AUR: Turunkan harga BBM, turunkan harga kebutuhan pokok, Tolak Program BLT dan BKM. Ambil alih aset-aset asing & hapuskan utang luar negeri. Target yang akan dicapai HAK ANGKET DPR Masalah MIGAS DPT DILAKS, renc giat:di gd DPR/MPR pd pkl 13.00, Bakar Ban."

Steering Committee Temu Aktivis Lintas Generasi (Tali Geni), Adian Napitupulu yang dikonfirmasi detikcom membantah rencana demo besar-besaran tersebut. Menurut dia, hingga saat ini Tali Geni belum memiliki rencana untuk kembali berunjuk rasa di Jakarta.

"Itu kerjaan orang iseng, bisa juga orang yang ingin dagang isu," ujar Adian.

Hal senada disampaikan juru bicara Front Rakyat Menggugat (FRM), Masinton. Mantan aktivis Famred ini menegaskan, FRM tidak memiliki rencana turun ke jalan.

"Aku belum dengar kawan-kawan yang tergabung dalam FRM akan melakukan unjuk rasa hari ini. Kita semua masih melakukan konsolidasi setelah aksi kemarin di DPR," ungkap Masinton.

Sumber detikcom di kepolisian juga meragukan kebenaran SMS tersebut. Menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi yang menyatakan akan ada demo besar-besaran di Jakarta.

"Itu hanya pekerjaan orang yang ingin memancing di air keruh. Saya berharap masyarakat tidak mudah percaya dengan SMS semacam ini," ujar dia.

(djo/asy)


Berita Terkait