"Saya nggak mau menjawab pertanyaan teknis dan substansif dari Komisi I," kata Fadilah dalam rapat kerja di Gedung DPR, Senayan, Rabu (25/6/2008).
Fadilah justru mengkritik kunjungan Komisi I ke Namru pekan lalu. "Buat apa dikunjungi. Anda hanya akan lihat lab yang tidak lebih bagus dari yang kita punya di FK UI dan Surabaya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wakil rakyat mana yang tega melihat negaranya diinjak-injak kedaulatannya," tanyanya.
Fadilah kembali menegaskan, kerja sama dengan Namru-2 sama sekali tidak menguntungkan Indonesia. Menurutnya, sebuah kerja sama mestinya menjunjung tinggi kesetaraan.
"Apakah betul kita setara, mengenai asas resiprokal bisa nggak kita mengambil sampel darah di RS AS?" tandasnya. (ken/nrl)










































