"Memang polisi selalu seperti itu. Kita tidak heran. Mereka tidak berani berkata jujur bahwa kepentingan yang menunggangi mahasiswa adalah kepentingan rakyat," komentar Sekjen Pena 98 Adian Napitupulu yang juga ikut menyokong aksi-aksi Selasa kemarin itu, saat dihubungi detikcom, Rabu (25/6/2008) pukul 08.20 WIB.
"Itu upaya mencari kambing hitam. Untuk mempolisitir perjuangan perut rakyat. Mereka sudah sangat kejam," lanjutnya.
Adian membantah bahwa aksi-aksi yang dilakukan massa aksi gabungan mahasiswa dari 18 kota itu disponsori partai-partai baik di parlemen atau pun yang baru berdiri. "Sejauh yang saya tahu, tidak ada. Kalau ada partai yang besar, tentu aksinya lebih besar," tambahnya.
Aksi yang berujung rusuh pun, menurut Adian, merupakan bentuk kemarahan rakyat. "Itu massa rakyat. Sudah sulit diidentifikasi," imbuhnya. (aba/nrl)











































