Kisah Nico (12 Tahun) Ditangkap Polisi Saat Demo di DPR

Kisah Nico (12 Tahun) Ditangkap Polisi Saat Demo di DPR

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2008 08:01 WIB
Jakarta - Juli Nicodemus mungkin tak menyangka akan mengalami penahanan polisi. Bocah 12 tahun ini hanya berpikir mengisi liburannya dengan ikut membuat film dokumenter bersama bapaknya, Kiki Paat, yang biasa membuat film independen.

Selasa 24 Juni 2008 pagi, Kiki Paat mendengar berita ada demonstrasi besar-besaran di gedung DPR. Nalurinya sebagai pembuat film, membuat Kiki mengajak Nico, anaknya yang sedang libur usai ujian naik kelas, mendatangi gedung DPR.

Membawa kamera beserta tripod dan perlengkapan lainnya, Kiki membonceng Nico di sepeda motornya langsung menuju depan Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Pukul 14.00 WIB, Nico memarkir motornya di depan halte DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya suruh Nico menjaga motor bersama peralatan saya," kata Kiki kepada detikcom, Rabu (25/6/2008). Dengan hanya menenteng kamera di tangan, Kiki mendekat ke barisan 500 demonstran yang mulai beringas.

Kiki pun asyik mengambil gambar. Bahkan ketika terjadi kerusuhan yang dimulai dengan pembakaran kerucut marka jalan dan pembatas jalan tol, Kiki tetap mengabadikan. Aksi ini reda setelah polisi bertindak keras mengerahkan water cannon ke arah barisan aksi.

"Begitu reda, pukul 16.00 WIB, saya kembali ke motor, tapi Nico sudah tak ada. Saya terus tunggu," kata Kiki.

Pukul 17.30 WIB, barulah Nico meneleponnya, mengaku dibawa polisi ke Mapolda Metro Jaya. Kiki pun menyusul putranya yang baru naik ke kelas II SMP itu ke Mapolda.

Meski Kiki sudah menyatakan Nico belum cukup umur, polisi tetap mengambil keterangannya. Nico menjalani BAP dan akhirnya dilepaskan menjelang Rabu dinihari.

Saat lepas itulah, Nico menceritakan peristiwa penangkapannya. Pada saat rusuh terjadi, ternyata Nico menyelamatkan diri dengan menjauh dari demonstrasi yang hanya berjarak 20 meter dari motor yang harus dijaganya.

"Saat chaos dia lari menghindar, setelah agak reda, dia kembali untuk mengambil motor. Saat itulah dia ditanya polisi," kata Kiki.

"Polisi menggeledah tasnya. Dia kan membawa tas, yang isi tasnya charger kamera dan tripod. Kiki menjelaskan dia menemani bapaknya mengambil gambar. Polisi tetap mengangkutnya ke Mapolda," kata Kiki.

"Dalam perjalanan itulah dia (Nico) menerima pukulan-pukulan sehingga punggungnya sakit dan mulutnya jontor," ujar Kiki.

Kiki menyayangkan tindakan polisi yang tidak menerima penjelasan anaknya yang bertubuh bongsor itu. Namun, Kiki masih pikir-pikir untuk menggugat polisi karena mengingat kondisi kejiwaan anaknya yang trauma.

"Ini lagi kita diskusikan. Ada kawan-kawan dari PBHI (siap membantu). Mereka bilang siap. Namun Nico cukup shock. Jika Nico siap, ya bisa saja," pungkasnya. (aba/nrl)


Berita Terkait