Tak Lulus UN, 12.286 Siswa Sumut Ikuti Setara Paket C

Tak Lulus UN, 12.286 Siswa Sumut Ikuti Setara Paket C

- detikNews
Rabu, 25 Jun 2008 00:21 WIB
Medan - Sebanyak 12.286 siswa Sekolah Menengah Atas (SMU) dan sederajat di Sumatera Utara (Sumut), mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C. Sebagian besar peserta merupakan siswa yang tidak lulus Ujian Nasional April lalu.

Ujian Nasional Paket C ini adalah harapan terakhir siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Sumut menyebutkan, dari 12.286 siswa yang tercatat sebegai peserta ujian Paket C tahun ini, 7.090 orang di antaranya adalah siswa yang tidak lulus UN di sekolah formal di Sumut. Sedangkan 5.196 orang lainnya adalah siswa yang reguler yang mengikuti Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Khusus Medan, siswa yang mengikuti ujian Paket C tercatat sebanyak 2.701 orang. Mereka menjalani Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan di 11 lokasi yang tersebar di sejumlah tempat di Medan. Salah satunya adalah di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 1, berlokasi di Jalan Utama, Kecamatan Medan Area. Di sekolah ini terdapat 148 siswa ikut ujian Paket C dari sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Medan Area.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Panitia Penyelenggara UNPK Paket C SMA Muhammadiyah 1 Medan, Muhammad Yakub, mengatakan, mekanisme dan aturan ujian Paket C tidak berbeda dengan UN sekolah formal. Para siswa diawasi dan tidak diperbolehkan membawa perlengkapan di luar peralatan tulis ke dalam ruang ujian, termasuk handphone dan tas.

"Aturannya sama. Siswa juga diawasi dan tidak boleh bawa alat komunikasi," kata Yakub, Selasa (24/6/2008).

Dalam UNPK Paket C gelombang pertama ini, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak disarankan ikut serta. Siswa menengah yang tidak lulus UN sekolah formal dapat mengikuti ujian Paket C gelombang kedua yang rencananya akan digelar November 2008 mendatang.

"Sebelum ikut ujian Paket C tahap dua, siswa SMK disarankan ikut materi pembekalan, terutama belajar mata pelajaran yang tidak diajakan di SMK," sebut Yakub.

Mahadi, salah seorang siswa mengatakan, tingkat kesulitan soal hampir sama dengan UN sekolah formal. "Hari ini ujian mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Inggris. Saya berharap bisa lulus. Kalau tidak lulus lagi, ya sudahlah. Saya sudah berusaha dua kali," kata Mahadi. (rul/aba)


Berita Terkait