Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, pakar telematika Roy Suryo menganalisa, foto Munarman mencekik yang dipermasalahkan AKKBB dan foto Bripka Iskandar berpistol yang dipermasalahkan FPI, dibuat dengan kamera yang persis sama. Kameranya adalah Nikon D 200 dengan lensa Nikon 18-200 mm.
Pria berkamera seperti itu terekam dalam handycam lain. Dia tidak memakai topi, berkaca mata hitam dengan tas ransel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto dicetak dan di-scan kemudian dicetak dan baru disebar. Cerdiknya, fotografer memilah-milah foto-foto.
"Itu fotografer profesional. Setelah dicetak dan di-scan dia memisah mana yang dikirim ke AKKBB, mana yang dikirim ke FPI, mana yang dikirim ke polisi," terang Roy.
Dia menambahkan hanya sebatas analisa saja yang bisa dilakukan. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan polisi kini mencari identitas sang fotografer.
"Ini masih penyelidikan terkait pemegang foto dan video," kata Abubakar.
Video
Mengenai DVD rekaman video insiden Monas, Roy menjelaskan DVD di-burn 2 Juni 2007 pukul 23.00 WIB tanpa editing dengan durasi 39 menit 51 detik. Ada 3 segmen, pukul 10.00-11.00 WIB berisi adegan keberangkatan aksi. Segmen kedua pukul 12.00-13.00 WIB dan segmen terakhir pukul 15.00 WIB.
"Video ini tanpa diedit dan dipotong dari kualitas gambar tidak ada zoom in zoom out, tidak goyang, saat lari mengambil gambar tanah. Waktu dilihat dari bayangan matahari," kata Roy.
Roy menambahkan pemegang handycam dipanggil 'Ren'. Dia tidak mengenakan atribut FPI ataupun atribut AKKBB, karena pemegang handycam bisa bergerak ke kelompok AKKBB dan FPI. (fay/Ari)











































