"Pengakuan yang bersangkutan itu senjata mainan. Dan dia di sana mendampingi
keluarganya yang anggota Ahmadiyah," kata Kadiv Humas Mabes Irjen Pol Abubakar Nataprawira dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (24/6/2008).
Abubakar melanjutkan, pengakuan Iskandar pun menyebutkan bahwa senjata mainan itu hilang karena dia fokus menyelamatkan diri dan anaknya. "Dia mengacungkan senjata untuk melindungi ibu mertua, istri dan anaknya. Dia mendapat serangan dari FPI," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ternyata dari 132 orang pemegang senjata api, 74 diantaranya termasuk Bripka
Iskandar tidak memegang senjata api inventaris.
"Kami masih melakukan pencarian saksi dan bukti-bukti untuk mendalami kasus ini," tandasnya. (asp/aba)











































