SBY: Pemuda Harus Diajarkan Menolak Kekerasan

SBY: Pemuda Harus Diajarkan Menolak Kekerasan

- detikNews
Selasa, 24 Jun 2008 22:00 WIB
SBY: Pemuda Harus Diajarkan Menolak Kekerasan
Jakarta - Demo mahasiswa yang berujung rusuh di DPR dan Semanggi terasa ironis dengan peran pemuda sebagai agen perubahan sekaligus calon pemimpin di masa depan. Pemuda harus dijauhkan dari budaya kekerasan.

"Kita harus sosialisasikan budaya saling hormat, toleran, perdamaian dan menolak kekerasan di kalangan pemuda. Sebab mereka adalah pemimpin masa depan," kata Presiden SBY dalam pidatonya meresmikan pembukaan 2nd World Peace Forum di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (24/6/2008).

Sebagai pemimpin di masa depan, maka sudah seharusnya kalangan muda sejak dini menerapkan budaya dan teknologi perdamaian. Sebab kaum muda yang akan selanjutnya bertanggungjawab atas kelangsungan dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budaya perdamaian adalah sikap yang kedepankan pandangan moderat, toleran, tidak berprangka buruk dan saling menghormati. Sementara teknologi perdamaian langkah-langkah anti kekerasan untuk menyelesaikan setiap perselisihan dan konflik yang terjadi.

"Saya percaya dengan perbedaan latar belakang budaya, maka upaya tersebut akan semakin efektif. Indentifikasikan peran konkrit apa yang bisa kita lakukan bersama untuk ujudkan cita-cita perdamaian dunia," sambung SBY.

World Peace Forum adalah forum internasional untuk intensifkan dialog antar agama, etnis dan kebangsaan demi wujudkan perdamaian dunia. Sebanyak 200-an delegasi dari 37 negara mengikuti acara yang akan berlangsung sampai 26 Juni 2008.

Upaya bersama menekan tindak kekerasan merupakan isu utama yang akan mereka bahas dalam dua hari ke depan. Baik kekerasan yang muncul akibat kesenjangan ekonomi maupun tindak kekerasan yang berlatar belakang politik dan agama. (lh/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads