Kantor PBNU menjadi lokasi kunjungan pertama yang disambanginya. Shahid tiba pukul 10.45 WIB, di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2008).
Shahid kemudian melakukan pertemuan tertutup selama setengah jam dengan Sekjen PBNU Endang Turmudzi. Dalam pertemuan itu, mereka membahas terorisme dan perubahan iklim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat senang berada di Indonesia. Negara Islam terbesar di dunia. Kebebasan beragama itu begitu dihargai di Indonesia," kata pria keturunan Pakistan ini usai pertemuan.
Selain mengungkapkan kegembiraannya, Shahid yang mewakili pemerintahan Inggris berencana akan memberikan bantuan sebesar US$ 100 juta untuk rencana kerja dan kegiatan PBNU.
Namun, Sekjen PBNU Endang Turmudzi mengatakan dana tersebut masih menjadi wacana. "Kemungkinan dana bantuan itu akan digunakan untuk pengentasan kemiskinan dan pendidikan, khususnya untuk warga NU," ujar Endang.
Usai melakukan kunjungan ke Kantor PBNU, Shahid melanjutkan kunjungan ke Kantor Muhammadiyah, dilanjutkan dengan menemui Ketua Bapenas Paskah Suzetta dan beberapa LSM serta organisasi Islam. Shahid yang berusia 40-an tahun ini pernah tertahan nyaris sejam di dua bandara di AS karena identitasnya. (ptr/fay)











































