"Dari pengalaman kehidupan beragama yang pernah kita alami beberapa tahun ke belakang, cukup memprihatinkan. Banyak pertentangan antar atau inter agama itu sendiri," kata Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni.
Hal itu disampaikan Maftuh seusai membuka acara The 2nd Asia-Europe Youth Interfaith Dialogue, di Grand Hotel Preanger, Bandung, Senin (23/6/2008) malam.
"Dan sebenarnya ini dapat diselesaikan dengan berdialog. Dari pengalaman yang ada, kalo kita saling mengerti akan keberadaan agama satu dengan yang lain, akan mudah kiranya persaudaraan tercipta," tutur Maftuh.
Diharapkan dengan adanya momentum dialog antar-agama seperti ini, lanjut Maftuh, diharapkan bisa menjadi salah satu alat bagi Indonesia untuk menyelesaikan kesalahpahaman antar-agama.
"Lalu, media punya peran penting dalam meningkatkan toleransi dan pemahaman akan agama itu sendiri," imbuh dia.
Forum dialog ini diikuti oleh 69 pemuda-pemudi dari 25 negara di kawasan Asia-Eropa. Acara ini berlangsung sampai dengan hari Kamis 26 Juni 2008 mendatang. (nwk/nwk)











































