"Nggak (izin) sebelumnya, dadakan," ujar Koordinator Solidaritas Mahasiswa Unas Ceppy Febrinika Bachtiar ketika dihubungi detikcom, Senin (23/6/2008).
Demo ini mereka rencanakan setelah bertemu dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Senin sore. Mereka berkumpul dan berangkat dari Unas pukul 16.00 WIB. Aksi demo yang rencananya akan dilanjutkan dengan bermalam di depan Gerbang DPR ini, imbuh Ceppy sudah diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga kan melakukan koordinasi dengan koordinator tiap kampus, untuk mencegah tindakan anarkis yang mungkin timbul.
"Koordinator coba antisipasi pada anggota yang lain. Meminimalkan mencegah teman-teman bertindak tanpa ada komando dari ketua," kata Ceppy.
Penanda seperti jaket almamater dan pita hitam, imbuh Ceppy, juga digunakan agar aksi tersebut tidak disusupi pihak luar.
Selain itu, menurut Ceppy, dalam aksi kali ini, mereka juga didampingi lembaga hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI).
Untuk malam ini, Ceppy mengatakan belum ada rencana menemui anggota DPR. Mereka akan menunggu hasil hak angket DPR, yang akan digelar Selasa 24 Juni 2008 besok.
"Malam ini kita belum tahu menemui siapa. Kita menunggu kawan yang menginap di Tugu Proklamasi untuk bergabung besok," kata dia. (nwk/nwk)











































