"Kemungkinan menghinap 3 hari menunggu keputusan interpelasi dan angket tentang kenaikan harga BBM yang diadakan DPR besok," ujar Koordinator Solidaritas Mahasiswa Unas Ceppy Febrinika Bachtiar ketika dihubungi detikcom, Senin (23/6/2008).
Menurut Ceppy, aksi mereka kali ini, diiuti sekitar 350 mahasiswa gabungan dari beberapa kampus. Kampus itu antara lain, Universitas Nasional (Unas), Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Institut Teknologi Indonesia (ITI), Universitas Pancasila, Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya ingin mengetuk hati nurani wakil rakyat. BBM sudah sangat mencekik," kata korlap aksi Lalu.
Tuntutan mereka adalah mendesak DPR mengeleuarkan hak angket tentang kenaikan harga BBM. Selain itu juga menuntut penuntasan kasus mahasiswa Unas Maftuh Fauzi, yang meninggal Jumat 20 Juni 2008 lalu.
"Malam ini mahasiswa. Besok akan bergabung pula 2 ribu dari rakyat yang bersatu dengan mahasiswa, perwakilan mahasiswa se-Indonesia," kata Lalu.
Beberapa dari mereka terlihat memakai jaket almamater, sebagian lain tidak. Di salah satu lengan mereka juga terlihat rafia hitam.
Terlihat 50 polisi dari Polsek Tanah Abang dan Polres Jakarta Pusat berjaga di dalam gedung DPR. Beberapa pengamanan dalam (pamdal) DPR juga tampak siaga. (nwk/nwk)











































