"Disinyalir ada indikasi internasional dalam pembajakan tersebut," kata Kepala Pelaksana Harian Bakorkamla Laksamana Madya TNI Djoko Sumaryono di kantornya, Jl Supomo, Gunung Sahari, Jakarta, Senin (23/6/2008).
Djoko menambahkan, indikasi keterlibatan jaringan internasional ini terlihat dari kronologis kejadian pembajakan tersebut. Pada tanggal 21 Mei lalu, Kapal tanker MT Blue Ocean 7 tersebut berangkat dari pelabuhan Bonemanjing, Mamuju, Sulawesi Barat menuju Surabaya. Namun, di tengah jalan, kapal dibelokkan ke utara menuju Tarakan, Kalimantan Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indikasi lainnya, lanjut Djoko, sejak keberangkatan, kapal tanker yang bermuatan 1.800 m3 diikuti oleh beberapa orang dengan menggunakan speed boat dan dengan sengaja menodongkan senjata api dan parang kepada nahkoda kapal. Selain itu, saat memasuki dan bersandar di pelabuhan Sandakan, kapal yang telah diganti nama tersebut telah memiliki dokumen lengkap.
Dari hasil pengungkapan tersebut, saat ini telah ditahan 20 orang pelaku dan lima orang sedang dalam pencarian (DPO). "Sementara ini para pelaku yang ditangkap di Hotel Asia Tarakan sudah ditahan di Polda Kalimantan Timur," ujar Djoko.
Seperti diketahui, kapal MT Blue Ocean 7 milik PT Miki Shipping meninggalkan Mamuju menuju Surabaya tanggal 21 Mei 2008 lalu. Barulah pada tanggal 21 Juni 2008, Bakorkamla menemukan kapal tanker tersebut di Tarakan dalam keadaan kosong. (zal/nwk)











































