Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) menemukan, sebanyak 47,1% pemilih yang berpenghasilan di bawah Rp 400 ribu mantap memilih Bibit-Rustri.
Disusul dengan pasangan Golkar, Bambang Sadono-M. Adnan (32,2%), pasangan PKS-Demokrat, Sukawi Sutarip-Sudharto (11,6%), pasangan PPP-PAN, M Tamzil-Rozaq Rais (5,8%), dan pasangan PKB, Agus Suyitno-Kholiq Arif (3,3%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bibit-Rustri hanya mampu meraup 25% persen suara kaum intelektual. Angka ini lebih sedikit dibanding perolehan pasangan Bambang-Adnan yang mampu meraup 32,1% suara kaum intelektual.
Pengamat politik Undip Semarang, Adi Nugroho mengatakan, dukungan kaum miskin ke pasangan PDIP kian menegaskan bahwa partai berlambang banteng mencereng itu memang lekat dengan golongan menengah ke bawah.
"Kalau dilihat dari pemilu yang lalu, pemilih PDIP itu konservatif dan didominasi kaum menengah ke bawah. Karena itu, mereka memberikan dukungan ke Bibit-Rustri," jelasnya.
Adi menambahkan, pemilih golongan menengah ke bawah tidak peduli program, tapi lebih melihat ketokohan. Menurutnya, Bibit dan Rustri merupakan pasangan yang saling melengkapi.
"Rustri adalah satu-satunya calon perempuan. Iklannya tampil cantik. Dia mampu menyedot perhatian kaum perempuan yang jumlahnya lebih tinggi dibanding laki-laki pemilih," demikian Adi Nugroho. (try/djo)











































