Sayembara ini digelar Forum Betawi Rempug (FBR) guna mencegah pihak-pihak yang akan mengadu domba dalam insiden Monas tersebut.
"Deadline 2 minggu. Kalau belum ketemu, hadiah akan dinaikkan. FBR ingin kedamaian dan keadilan. Menangkap provokator yang gambarnya sudah jelas dapat menghilangkan tuduhan yang tidak-tidak," kata Ketua FBR Fadloli El Muhir dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (23/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FBR selanjutnya menyebar gambar foto pria berpistol di tempat-tempat umum. Salah satunya, gambar itu ditempel di halte bus DPR dan tiang listrik.
Identitas pria berpistol masih misterius. Front Pembela Islam (FPI) dan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) sama-sama mengklaim pria itu bukan anggotanya. Demikian pula dengan kepolisian. (aan/nrl)










































