Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Jaringan Isu Publik (JIP) menyebutkan, 39,5% kaum nahdliyin memilih Bibit Waluyo-Rustriningsih yang relatif tidak punya latar belakang NU sama sekali.
Di lain pihak, dukungan kaum nahdliyin kepada dua cawagub yang berlatar belakang NU cukup kecil. Pasangan dari Golkar Bambang Sadono, M. Adnan yang juga Ketua PWNU Jateng hanya meraup 33,4% suara kaum nahdliyin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat politik dan pilkada Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Joko Prihatmoko, mengatakan, kalau tingkat partisipasi politik tinggi, maka calon yag menang adalah mereka yang didukung golongan tradisional dan ideologis.
"Selama ini calon yang berlatar belakang NU sama sekali tidak dikenal. Itulah mengapa, kaum nahdliyin memilih Bibit-Rustri," katanya kepada detikcom melalui telepon, Senin (23/6/2008).
Pengajar FISIP ini mencontohkan, kaum pesantren di daerahnya tidak tahu calon dari nahdliyin. Karena itu, mereka memilih calon lain.
Joko yang aktif menulis buku mengenai politik dan pilkada ini menambahkan, Adnan yang Ketua PWNU dan Kholiq yang dikenal sebagai pengurus PKB tidak populer di tingkat bawah.
"Keduanya adalah khas kota atau hanya dikenal di lingkungan kecil. Sementara dalam pilkada, pemilih sangat tersebar,"Β demikian Joko Prihatmoko. (try/djo)











































